Suasana Jakarta Malam Itu

Posted by

Kamis, 31 Mei 2018, saya beserta salah satu team Excellent yaitu Ridwan berkunjung ke salah satu client di daerah Sudirman, Jakarta. Rencana dimulai pekerjaan sekitar pukul 1 siang dimana suasana saat ini lumayan panas. Kami berdua berangkat dari Bekasi pukul 10 siang menggunakan transportasi kereta api.

Saya kira karena sudah jam 10 siang kereta sepi penumpang, namun ternyata sama saja dengan pagi hari, sama-sama penuh meskipun tidak sebegitu penuhnya dengan pagi hari. Pertama kami naik kereta Bekasi – Jakarta dan mesti transit di stasiun Manggarai untuk pindah kereta menuju stasiun Sudirman. Untuk kereta Bekasi – Jakarta suasana penumpang tidak terlalu penuh, namun ketika transit di Manggarai dan ingin naik kereta tujuan Sudirman, yaampun penumpang udah berjubel-jubel. Untung saya dan Ridwan masih bisa masuk meskipun harus berjubel-jubel dengan penumpang lain dan dempet-dempetan juga πŸ˜€

Lebih parahnya ada ibu-ibu bawa anak kecil juga yang harus berjubel-jubel dengan penumpang lain, dorong-dorongan juga.

Untung dari Manggarai ke Sudirman hanya 1 stasiun saja jadi tidak berlama-lama harus berjubel-jubel penuh sesak dengan penumpang lain πŸ˜€

Setelah turun dari kereta dilanjut menaiki taksi untuk menuju ke kantor client yang dituju. Pekerjaan di kantor client dilakuka hingga menjelang buka puasa. Dari pihak client ditawarkan untuk buka puasa terlebih dahulu, yasudah kami terima tawarannya tersebut πŸ˜€ Lumayan buka puasa dengan segelas teh hangat beserta lontong dan gorengan hehehehe.

Sekitar pukul setengah 7 malam kami berdua pun bersiap pulang ke Bekasi. Suasana kantor client saat itu sudah sepi karena sudah pada pulang dari pukul 4 sore. Namun suasana sepi tersebut hanya berlaku di kantor tersebut saja, dijalanan masih ramai sekali.

Kami berdua menunggu taksi untuk menuju ke stasiun Sudirman. Suasana jalanan lumayan macet, namun tidak terlalu parah.

Sesampainya di stasiun, perut masih sedikit lapar karena tadi pas buka hanya makan lontong 1 biji dan gorengan saja, dan itu belum nendang :D, ada tukang bakso Malang, kami berdua pun melipir dahulu dan makan bakso Malang tersebut, tidak terasa waktu berlalu dan waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam. AKhirnya setelah makan kami berdua langsung masuk stasiun.

Suasana di peron stasiun Sudirman malam itu sangat-sangat ramai, penuh dengan calon penumpang yang ingin pulang kerumah masing-masing, ditambah kereta tujuan Manggarai lewat hanya sesekali saja dan tidak sering sehingga menyebabkan penumpukan penumpang di area peron stasiun. 15 menit kemudian diberitahukan bahwa kereta tujuan Bogor via Manggarai akan tiba, kami berdua pun segera bergegas menuju pinggir peron stasiun.

Sumber gambar :Β https://asset.kompas.com/data/photo/2016/04/06/1844250IMG-20160406-183953-HDR-1459942826756780×390.jpg

Akhirnya kereta pun tiba, namun dilihat itu kereta sudah penuh sesak, didalam pikiran saya ini gimana mau masuk kalau di dalam kereta saja sudah penuh sesak. Saya lihat banyak penumpang yang mencoba masuk kereta yang penuh sesak tersebut, meskipun harus didorong dari luar agar bisa masuk, sehingga menyebabkan pintu kereta tidak bisa ditutup karena penumpang tidak bisa full masuk ke dalam kereta. πŸ˜€

Saya dan Ridwan tidak ingin terburu-buru dan masih bisa bersabar sedikit, kami tidak langsung menaiki kereta tersebut dan kami lebih memilih menunggu kereta selanjutnya saja yang katanya kereta selanjutnya sudah tersedia di stasiun Tanah Abang.

Akhirnya kereta itu pun tiba, dilihat kereta juga sama penuh nya dengan sebelumnya namun beruntungnya kami masih bisa masuk meski harus dorong-dorongan agar bisa masuk πŸ˜€

Di dalam kereta saya tidak ada pegangan sehingga apabila kereta berjalan, saya harus bertumpu pada kaki untuk menahan agar tidak jatuh serta harus sedikit mendorong orang lain juga πŸ˜€

Sesampainya di stasiun Manggarai, kami berdua menunggu kereta tujuan Bekasi, untungnya kereta tujuan Bekasi ini tidak terlalu penuh sesak seperti kereta dari Sudirman sebelumnya.

Sampai di Bekasi sekitar pukul 9.10 malam, badan terasa pegal-pegal, ini baru sekali bekerja di Jakarta menggunakan transportasi kereta api, ga kebayang orang-orang yang setiap hari nya bekerja di Jakarta menggunakan transportasi kereta api, yang harus berjubel-jubel serta dorong-dorongan dengan penumpang lain.

Saya pun lebih baik bekerja di Bekasi, bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor dibanding bekerja di Jakarta, di gedung tinggi namun untuk mencapai nya harus berjubel-jubel dahulu di kereta dengan penumpang lain.

 

My Social Network
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*