Kamu Tidak Perlu Menjauh, Aku Tau Bagaimana Caranya Berjalan Mundur

Posted by

Mengenalmu, merupakan suatu anugerah terbesar dalam hidupku, membuatku merasa nyaman tuk melalui hari-hari ini. Tanpa sadar, tak ada hari yang tak kulalui tanpa sekedar bertanya “apa kabar?” “kamu lagi apa?” “aku kangen nih” Bersamamu dapat berbagi canda dan tawa, bahkan suka maupun duka.

Meskipun hubungan ini masih hanya sebatas “teman”, karena masih banyak perbedaan, serta jarak yang memisahkan, tapi aku begitu yakin terhadap dirimu, aku yakin perbedaanlah yang bisa menyatukan kita untuk menuju ke tahap yang lebih serius.

“Apakah ini bertanda kalau kita memang jodoh? aku sangat nyaman berada di dekatmu, berdua denganmu, berbicara denganmu, bahkan dalam ketidakjelasan hubungan ini, apakah kita terjebak didalam friendzone atau memang kita saling memendam rasa?”

Entah sampai kapan aku bisa mendefinikan hubungan kita saat ini, yang pasti ada rasa sayang yang tak terucap, rasa cemburu yang tak tertahan, bahagia, curiga, selayaknya sepasang kekasih, namun yang berbeda adalah tak pernah terucap kata jadian diantara kita.

Kadang di suatu kesempatan, ingin kutanyakan seperti apa perasaanmu kepadaku, apakah sama seperti aku saat ini yang menyayangimu, atau tidak. Setiap hari ku memikirkan hal itu, karena hal itulah membuat ku takut tiba-tiba kamu berubah. Sekali lagi, semua pertanyaanku hingga kini masih kusimpan saja dalam pikiranku, aku hanya tak mau jika kutanyakan hal tersebut, malah kemudian kamu tiba-tiba jadi menjauh.

Namun saat ini sepertinya keadaan sedikit berubah, semula kamu yang dulunya suka berbicara padaku, sharing cerita padaku, curhat padaku, namun saat ini sepertinya sudah tidak lagi, tiba-tiba kamu seperti mendiamkanku, ku chat setiap pagi, kadang baru kamu balas sore, itu pun sangat singkat, bahkan aku chat malam pun yang sebelumnya tiap malam selalu chatting, saat ini sudah hampir dikatakan jarang, kadang chat namun itu hanya sekitar setengah jam dengan obrolan biasa saja.

Setiap saat aku chat kamu, aku liat kamu sedang online, namun chat ku tak kunjung dibalas, sehingga aku harus berkali-kali mengirimkan chat agar kamu mau balas. Aku coba telpon nomor kamu, kamu juga sudah tidak mau angkat telpon dariku.

Semua cara telah aku coba untuk menghubungimu, walaupun HP mu kulihat aktif, namun kamu tak kunjung juga untuk membalas pesanku.

Namun entah kenapa kali ini berbeda, kamu terlalu lama diam, aku berusaha semampuku untuk menghilangkan semua kecurigaanku padamu. Aku berusaha seolah tak ada apa-apa, aku masih suka menghubungi mu, masih menanyakan kabarmu, walaupun kamu balas nya kadang-kadang, bahkan singkat. Dalam hatiku bergeming, “Apa salahku terhadapmu?”

Aku review kembali chat terakhir kita berdua, tak ada perbicaraan ganjil, semua seperti biasa, yang ganjil hanya sikapmu kepadaku, kamu tiba-tiba jadi mendiamkanku. Aku sepertinya sudah hampir diujung kesabaranku.

Baiklah jika semua usahaku tak juga dapat menggerakkan hatimu, sebaiknya aku harus perlahan untuk menghentikan semua perhatianku kepadamu, jangan sampai aku sudah terlanjur sayang padamu, namun kamu nya malah tidak.

“Cinta itu diperlukan adanya usaha dikedua belah pihak, jika kamu saja yang berjuang, berarti dia tidak mencintaimu”

Untukmu yang saat ini tiba-tiba berubah, tiba-tiba mendiamkanku, jika memang ini adalah sinyal darimu untuk mencoba menjauh dariku, baiklah…. kamu ga perlu menjauh, aku tau kok bagaimana cara melangkah mundur dari situasi ini.

Jika kita berdua jodoh, kelak kita akan dipertemukan kembali di suatu keadaan yang tak terkira

Thank you for all your time for me

 

My Social Network
Please follow and like us:

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*